Minggu, 06 Juli 2014

Little Edelweiss



“...sahabat membuat kita merasa dicintai seluruh dunia. Sahabat tidak bisa marah lama-lama pada kita. Dan, sahabat bisa mengerti kita bahkan ketika kita tidak mengerti diri kita sendiri.” (hal. 69)


Penulis: Nita Trismaya
Penyunting: Faisal Adhimas
Pendesain Sampul: Dwi Anisa Anindhika
Penyelaras akhir: Dyah Utami
Penata Letak: Tri Indah Marty
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: vi + 162 halaman
ISBN: 979-795-847-7
Kika adalah anak SMA yang begitu mencintai alam bebas. Dan, Arka, cowok penakluk gunung, pencumbu alam raya. Di ekskul pecinta alam, mereka adalah teman dekat. Sedekat gunung dengan lembah atau selekat pantai dengan lautan. Ternyata, alam bebas sanggup membuat perasaan mereka melebihi rasa dari sepasang sahabat.

Mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia adalah impian Kika dan jatuh cinta adalah dilemanya terhadap Arka. Kisah ini akan banyak dihiasi pengalaman dan keseruan mereka di alam bebas. Pengalaman yang mampu membuat mereka belajar tentang persahabatan, cinta, dan pendewasaan diri.

***
Novel Little Edelweiss ini mengetengahkan kisah sepasang remaja bernama Arka dan Kika. Mereka sudah cukup lama bersahabat. Kedekatan mereka pun dipererat oleh kecintaan pada alam. Awalnya Arka yang lebih dulu jatuh cinta pada kegiatan pecinta alam. Ia pun berhasil menularkan hal yang sama pada Kika. Hingga akhirnya keduanya bergabung dalam klub Narapala SMA Tirta Nusantara, klub pecinta alam sekolah mereka. Kika yang duduk di kelas sepuluh, mendapat gemblengan dari Arka yang duduk di kelas sebelas yang sudah lebih dulu bergabung di pecinta alam tersebut. Ini sempat membuat Kika kesal pada Arka yang menurutnya selama proses pelantikan berlaku sangat menyebalkan. Arka seolah mencari-cari kesalahan Kika. Di saat yang sama tekad Kika untuk membuktikan dirinya pada orang tua dan gebetannya, Brian, kian membulat. Mereka ragu bahwa Kika akan bisa bertahan melewati beratnya medan dan ujian sebagai pecinta alam.

Selain itu, lama kelamaan perasaan Arka dan Kika terhadap satu sama lain berkembang. Sayangnya mereka tidak menyadarinya. Arka harus menahan diri melihat Kika yang terpesona pada Brian, bintang tim basket sekolah mereka. Di lain pihak Kika harus menahan rasa cemburunya pada Dea. Mantan kekasih Arka saat di Malang dahulu. Kini Arka dan Dea bertemu lagi di Jakarta.


Puncaknya adalah saat Kika memutuskan menjauhi Arka karena bingung harus menghadapi Arka dengan wajah seperti apa. Tidak lama kemudian, Arka dinyatakan hilang di Gunung Salak. Bagaimana hubungan keduanya? Adakah kesempatan kedua untuk mereka berdua?

***
“Cinta persahabatan adalah cinta yang paling positif dan komitmennya bisa bertahan lama. Karena cinta persahabatan tumbuh dari hubungan yang sudah berjalan lama.” (hal. 68)
Dengan mengangkat dunia pecinta alam, Nita Trismaya menghadirkan konflik remaja tentang cinta. Dengan mengetengahkan petualangan tokoh-tokohnya di alam bebas, penulis mendapat kesempatan mengetengahkan berbagai informasi tentang berbagai tempat yang cukup dikenal oleh para pecinta alam. Selain itu, ketegangan bisa dibangun saat tokoh-tokoh diceritakan tersesat di dalam hutan.

Sayangnya, beberapa dari potensi ini kurang dieksekusi dengan baik. Seperti cerita Kika yang tersesat saat menjalani rangkaian kegiatan pelantikan anggota baru Narapala. Ada cerita yang membingungkan. Di halaman 45, Kika yang menyadari dirinya dicari kok bukannya muncul malah sembunyi? Kalau mau menghindari dari Arka, kenapa di halaman 47 Kika malah menanggapi panggilan Arka? Rasa ada inkonsistensi yang bisa membuat pembaca bingung dengan karakter dan cara berpikir Kika.

Oiya, di halaman 79 di paragrar terakhir ada kalimat “Tanyanya dengan nada hati-hati .... “ tanpa ada penjelasan sebelumnya tentang apa yang ditanyakan. Mungkin bisa dicek ulang lagi (^_^)v

Bagian yang paling menarik dan dalam hal emosi cukup tergarap dengan baik adalah bagian saat Dea muncul di tengah hubungan Kika dan Arka. Perjalan mereka menjelajah di kaki Gunung Salak pun menarik diikuti. Cerita tentang air terjunnya menarik.

Overall, novel ini cukup menarik dibaca remaja, terutama mereka yang tertarik dunia pecinta alam. Bisa membuat meerka menyadari betapa menariknya hal itu, namun tidak bisa dianggap enteng. (^_^)v

3 komentar:

  1. novel nya keren, <3 Alam bebas :D

    BalasHapus
  2. isneg beli dan overall isinya itu benar adanya, dan memang ada beberapa hal yg membingungkan sperti apa yg reviewer tulis...

    BalasHapus