Minggu, 24 Agustus 2014

Sayap-Sayap Sakinah



“..., pernikahan itu ibarat kematian. Kita tak bisa memprediksi, hanya bisa mempersiapkan” (hal.36)



Penulis: Afifah Afrah & Riawani Elyta
Penyunting Bahasa: Mastris Radyamas
Penata Letak: Puji Lestari
Desain Sampul: Andhi Rasydan
Penerbit: Indiva Press
Cetakan: Pertama, Ramadhan 1435 H./ Juli 2014
Jumlah hal.: 248 halaman
ISBN: 978-602-1614-22-8

***

“Pernikahan bukan hanya sekedar penyatuan dua jiwa. Tapi juga penyatuan dua keluarga, dua tradisi, dua dunia.” (hal. 217)

Saat menyadari bahwa buku ini bukanlah novel saya sempat berfikir, “Apakah saya bisa menikmatinya?” Apalagi sejujurnya saya kadang merasa digurui oleh buku-buku Islami populer. Bahasan tentang pernikahan pun jarang menjadi pilihan saya. Mungkin karena saya menolak untuk galau. Baca buku tentang pernikahan terkadang  membuat harapan untuk segera menikah jadi membuncah. Padahal kenyataannya, calon pun masih rahasia ilahi.

Ternyata dugaan saya meleset. Buku ini bahasanya mengalir bahkan terasa indah. Ada sisi humor yang diselipkan. Ada juga penjelasan logis untuk berbagai argumen. Realistis.

Buku Sayap-Sayap Sakinah membahas pernikahan dengan sasaran pembaca yang cukup luas. Mulai dari mereka yang masih lajang dan belum punya calon, mereka yang sedang mempersiapkan hari besarnya, hingga mereka yang sudah menikah. 


Buku ini menjabarkan pandangan kedua penulis, Mbak Afifah Afra dan Riawani Elyta, tentang pernikahan. Mereka mengetengahkan berbagai contoh tentang kehidupan pernikahan. Baik yang mereka alami sendiri maupun yang dialami oleh orang-orang di sekitar mereka. Secara khusus, mereka mengetengahkan tentang bagaimana Islam mengatur tentang pernikahan ini.

Saya jatuh cinta sejak pertama kali membaca prolognya. Sajak pembukanya saja sudah mempesona. Afifah Afra menulis:

Suamiku,
Aku mengizinkanmu untuk menikah
Hingga empat kali
Pertama menikahiku
Lalu menikahiku
Menikahiku
Dan terakhir, menikahiku

Pembuka yang manis. Namun juga jelas mewakili perasaan banyak perempuan. Namun di saat yang sama menyiratkan tentang kesadaran bahwa memang Islam menghalalkan seorang laki-laki menikahi 4 perempuan.

Salah satu bahasan yang paling membuat saya terkesan adalah chapter Oh, Mitsaaqon Gholiidzo. Di bagian ini, Afifah Afra menjabarkan tentang betapa hebatnya “akad nikah”. Bahwa frase Mitsaaqon Gholiidzo ini maknanya sangat besar dan sakral. Sebab frase tersebut di dalam Al-Quran juga dipakai saat menyebutkan tentang sumpah setia dari Bani Israil yang saat janji mereka diambil, telah siap dihukum oleh Allah dengan ditimpakan sebuah gunung di atas kepala mereka. Hal ini seperti yang disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 154. Selain itu istilah Mitsaaqon Gholiidzo juga digunakan saat membahas tentang perjanjian yang diambil dari 5 Rasul. Hal ini tercantum di surat al-Ahzab ayat 7. Ini membuat saya semakin menyadari tentang besarnya pernikahan di sisi-Nya.

Ada pula chapter Sepasang Sendal Menuju Surga. Saya suka bagian ini karena dengan jelas menyampaikan bahwa pasangan suami-istri itu seharusnya setara. Sama-sama meng-upgrade diri. Sama-sama terus belajar. Sama-sama punya tanggung jawab dalam membesarkan anak dan mengurus rumah. Bahasa yang dipakai dalam bagian ini seperti sebuah catatan personal. Sehingga rasanya saya membaca isi hati yang coba disampaikan penulis kepada pasangannya. 

Bahasan-bahasan lain dalam buku ini juga menarik diikuti. Kedua penulis menceritakan tentang betapa indahnya malam pertama dan masa bergelimang madu (honey moon) dengan gaya bahasa yang indah, sopan, dan juga logis. 

Di sisi lain, penulis juga mencoba berbagi pendapat mereka tentang “pacaran”, tentang keyakinan bahwa calon suami sudah pasti akan menjadi suami. Mereka mengingatkan pembaca untuk tidak membiarkan keyakinan semacam itu membesar menjadi kesombongan. Tetap menyerahkan segala hal pada ketentuan-Nya. Sebab ada kasus nyata dimana undangan sudah disebar, gedung dan catering sudah dipesan, namun karena kehendak-Nya pernikahan tidak bisa dilangsungkan.

Penulis juga mengingatkan kepada pembaca yang sudah melangsungkan pernikahan dan tengah mengarungi bahtera rumah tangga agar tetap memperhatikan arah bahteranya. Mengingatkan agar mereka menjaga pergaulan agal tidak jatuh dalam kondisi yang bisa mengarah perselingkuhan. Mereka juga memberi tips agar pernikahan tidak mengalami empty love, serta memberi saran bagaimana sebaiknya kondisi empty love ini dihadapi jika sudah terlanjur terjadi.

Buku ini sungguh paket lengkap. Bisa menjadi bacaan yang mempersiapkan para lajang untuk memilh pendamping hidup dan juga mempersiapkan diri hingga pernikahan dilangsungkan. Buku ini juga menjadi pengingat bagi mereka yang sedang mempersiapkan pernikahan. Mengingatkan bahwa walimah itu hanyalah cover dari buku tebal pernikahan. Tak perlu megah, seharusnya esensi pernikahannyalah yang di”megah”kan. Buku ini juga menjadi pegangan yang enak dibaca bagi pasangan suami-istri agar bisa terus menjaga kelangsungan pernikahan mereka. Agar sakinah mawaddah warahmah benar-benar melingkupi pernikahan mereka.

Buku ini bisa jadi bekal bagi pembaca khususnya diri saya pribadi dalam mempersiapkan diri menjalani kehidupan pernikahan. Baca buku ini tidak bikin galau. Tapi sajak-sajak Mbak Afifah Afra yang bikin saya melting (>_<)

23 komentar:

  1. Saya juga agak enggan akhir2 ini baca buku pernikahan mbak... bikin galau :D
    tapi jd penasaran juga baca review ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kok, baca buku ini gak akan bikin galau. Bahkan di buku ini ada bagian yang khusus si "single tapi happy" :D

      Hapus
  2. wah pengen banget baca buku ini,,,, Smoga ada yang berbaik hati,,,,, hehe #berharap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikuti saja kuis2 berhadiah buku ini di akun2 Socmed kami, Kak

      Hapus
  3. Menarik sekali bahasannya. Bolehkah kami repost di website sayapsakinah.com?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kami repost, Kak...
      Ini link-nya http://www.sayapsakinah.com/2014/10/sayap-sayap-sakinah-paket-lengkap-nikah.html

      Hapus
  4. nama : eny
    twitter : @enythxz
    email : enytok03@gmail.com

    wah keren dari reviewnya, pengen banget. ah, pasti juga banyak yang pngen buku ini, hehe pasti gak kebagian nih karena cuplikannya aja udah keren. Kebetulan saya juga belum ketemu jodohnya, pacaran aja belum pernah.

    Makna pernikahan menurut saya adalah moment dimana kita mengikat janji suci. Pernikahan adalah perjanjian agar kita bisa menjaga satu sama lain, setia, menerima kekurangan satu sama lain, susah senang bersama-sama. Inti nya sih bukan aku dan kamu tpi sudah menjadi Kita dimana harus menjaga ikatan itu untuk selamanya :) karena Allah benci perceraian.

    BalasHapus
  5. Review yang sangat menarik,jadi pengin baca buku ini,aku sangat suka buku tentang pernikahan.

    BalasHapus
  6. nama : Istiqomah Steviani
    twitter : @ISteviani
    email : stevianii5@gmail.com

    makna arti sebuah pernikahan adalah dimana ketika kita sudah menemukan jodoh dan siap untuk mencapai tujuan bersama dan kebahagian, serta hidup yang damai dengan pasangannya. menjaga komitmen yang telah dibuat untuk membina keluarga yang sakinah mawwadah dan warahmah, bisa menerima apa adanya pasangan dan menjadikan cinta selamanya sampai nanti. menjaga hubungan dengan baik dan menjadikan keluarga yang tentram.

    BalasHapus
  7. Nama : Eka
    Twitter : @Heart0fHuman
    E-mail : heart0fhum4n@gmail.com


    Awalnya sempat kira kalo buku ini novel, eh ternyata bukan. Dan aku pun juga punya pertanyaan serupa “Apakah saya bisa menikmatinya?”

    Jujur, saya ga terlalu suka baca buku non-fiksi (kecuali novel) yg membahas everything about marriage. Salah satu alsannya, yah ... karena aku belum kepingin nikah X"D

    But, setelah baca review ini, kupikir aku bisa baca buku ini sama my mom. Beliau 'kan udh nikah dan lebih paham akan seluk beluk kehidupan rumah tangga.

    Sekian_

    BalasHapus
  8. Nama : Ranita Oktavia
    Twitter : @ranita_oktavia
    E-mail : ranitaoktavia@rocketmail.com

    Menurut saya makna dari pernikahan adalah penyempurna dari separuh agama, yang berarti pernikahan adalah ibadah. Dan tujuan dari beribadah adalah untuk mencari ridha Allah.

    BalasHapus
  9. makna pernikahan yang sangat menarik di bahas di novel ini. Semakin tertarik buat baca bukunya, keren :)

    BalasHapus
  10. calon suamiku (versiku karena masih single),
    Aku mengizinkanmu untuk menikah
    Hingga empat kali
    Pertama menikahiku
    Lalu menikahiku
    Menikahiku
    Dan terakhir, menikahiku
    (ahha... aku akan mengajukan syarat itu pada someone yang akan menjadi suamiku nanti)

    BalasHapus
  11. review nya bagus banget. Cerita dalam novel jg terlihat indah.

    BalasHapus
  12. Awalnya juga mengira ini novel ^^ tapi ternyata buku untuk membahas kehidupan pra pernikahan dan pernikahan.
    Memang inspiratif sih jenis buku ginian. Aku punya satu buku genre ginian "Wedding Manual Book", tapi isinya tips-tips umum. Gak seperti Sayap-Sayap Sakinah kali yaa~~ yang memang condong mengarah ke pernikahan dalam persepsi Islam.

    BalasHapus
  13. Nama : Erdina Yunianti
    Twitter : @Dinnaaa_27
    E-mail : erdinayunianti21@gmail.com

    Sebelum memberi review aku mau ngucapin selamat menempuh hidup baru & semoga menjadi keluarga yang sakinah,mawadah dan warohmah untuk kak atria^^
    Seperti biasa aku selalu suka banget sama review yang di buat kak atria :) reviewnya selalu bagus, kerennnn, lengkap dan yang pasti selalu di bikin penasaran buat baca kelanjutannnya :D pokoknya apalah-apalah banget lahhh :D hahaha
    makna perikahan bagi ku adalah yang pasti penyempurna separuh agama, dengan menikah dapat membuat hati merasa tenang, dapat merasakan cinta dan kasih sayang yang tentunya sudah di halalkan oleh agama, dapat mencurahkan kasih sayang sepenuhnya terhadap suami dengan tidak merasa takut dosa karena sudah di halalkan dan kita dapat berbagi suka & duka bersama.

    BalasHapus
  14. sempat DEGG waktu baca :

    "Suamiku,
    Aku mengizinkanmu untuk menikah
    Hingga empat kali"

    kagum sama kalimat diatas, tegar banget ni perempuan. perempuan mana yang ingin diduakan bahkan ini sampai di empatkan , yahhh walaupun islam membolehkannya.

    Tapi setelah baca kalimat lanjutannya


    Pertama menikahiku
    Lalu menikahiku
    Menikahiku
    Dan terakhir, menikahiku

    jadi lega....hehehh perasaan ku banget tuh.
    sebelum nikah aja aku gak mau hatinya bercabang apalagi sudah sah jadi suami ku.
    ngebayangin di *empatin ??? ihhh seremmm . hiks hiks

    BalasHapus
  15. Reviewnya keren dan sukses buatku pensaran :)

    BalasHapus
  16. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : ratna@shinju2chi
    Alamat : Jepara

    Pernikahan menurut saya, adalah gerbang baru dalam fase kehidupan. Karena kita tak lagi sendiri, memiliki amanah untuk menjalankan amanah sebagai istri, calon ibu serta anak bagi keluarga suami. Ya, pernikahan tidak sebatas aku dan kamu (suami istri) namun menyangkut keluarga, hati serta kebiasaan dan segala hal yang nantinya disatukan menjadi dalam satu muara agar berjalan indah.
    Satu lagi pernikahan juga sebuah amanah yang perlu kita tanggung jawabkan kelak di akhirat.

    Selamat atas pernikahannya ya, mba. Semoga menjadi keluarga sakina mawadah wa rahmah.

    setiap membaca resensi mbak selalu suskse buat termehek-mehek.

    BalasHapus
  17. aduh, Mbak Atria... entah kenapa baru baca review Mbak ini aja rasanya aku mau nangis. gimana pas baca bukunya nanti ya? campur aduk antara rasa haru dan kekaguman dengan semua skenario dari Tuhan. :")

    aku tahu sama buku ini waktu dia baru terbit tahun lalu, bertepatan waktu aku 'kenalan' sama Penerbit Indiva. dari awal aku sudah tahu kalau buku ini bukan fiksi. Tapi karena penulisnya ada Mbak Afra, aku yakin isinya nggak menggurui. seumur hidup aku baru sekali baca tulisannya Mbak Afra pas jaman SMA dulu, judulnya Teman Tetap Mesra. nah, aku suka cara beliau mengemas isinya. sama sekali nggak terkesan menggurui. makanya aku langsung tertarik dengan buku SSS ini. sejak menginjak umur 20, aku sadar kalau secepatnya aku harus memperbanyak bacaan tentang pernikahan. niatnya nikah muda sih, hihihi. dulu sempat berapa kali ikutan kuis buku ini tapi nggak menang-menang juga. sempat kepikiran mau beliin teman buku ini sebagai hadiah pernikahannya, tapi setelah baca review ini kayaknya mending buat aku duluan aja yang baca. heuheu. semoga rejekinya dapet di sini ya. aamiin! :D

    aku bingung mau kasih komen apa, Mbak. review Mbak Atria di sini begitu mengesankan. kayaknya baru kali ini deh aku nemu review-nya Mbak yang paling 'menjual'. aku yang udah dari sebelumnya naksir banget sama buku ini jadi tambah naksir 10x lipat. >_<

    BalasHapus
  18. Terima kasih reviewnya atria :)

    BalasHapus