Jumat, 26 September 2014

Sweet Winter




Penulis: Kezia Evi Wiadji
Desainer Kover: SAS Studio
Penata isi: Phiy
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vi + 207 halaman
ISBN: 978-602-251-651-4
Matthew:
Aku berharap takdir yang mempertemukan kita di sini dapat memperbaiki kesalahanku.

Karin:
Oh Tuhan, kenapa kami harus bertemu, jika akhirnya harus kembali berpisah?!

Karin dan Matthew, dua sahabat yang saling mencintai. Tetapi takdir mempermainkan mereka layaknya dua layang-layang yang meliuk-liuk di langit.

Akankah mereka bersatu, jika wedding song telah mengalun lembut dan salah satu dari mereka harus berjalan menuju altar untuk mengucapkan sumpah setianya?

***
Karin dan Matthew adalah teman sejak kecil. Rumah mereka yang berhadapan membuat keduanya menjadi akrab. Kisah persahabatan mereka berlanjut hingga mereka beranjak remaja. Saat duduk di bangku kelas 1 SMA muncullah sosok yang menjadi kerikil dalam hubungan mereka. Sosok ini berbentuk perempuan cantik yang membuat Matthew tergoda. Ia bernama Silvia.

Silvia yang berhasil membuat Matthew lebih memilih menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati dibandingkan sahabat sejak kecilnya. Karin yang merasa tersisih merasa sakit akhirnya melancarkan “serangan” ke Silvia. Namun ternyata hal itu berujung pertengkaran dengan Matthew. Setelah itu hubungan Karin dan Matthew kian merenggang.


Kehadiran Silvia memang menjadi masalah dalam hubungan Karin dan Matthew. Namun di saat yang sama membuat Karin menyadari perasaannya yang sebenarnya pada Matthew. Perasaan yang ternyata berkembang ke arah romantis. Perasaan yang harus setengah mati harus disembunyikan oleh Karin. Dan perasaan yang akhirnya membuat Karin patah hati saat Matthew akhirnya pindah ke Surabaya bersama Silvia.

Bertahun-tahun kemudian mereka bertemu kembali di Korea Selatan. Saat itu sebuah kebenaran terbuka. Tentang Matthew yang ternyata mencintai Karin. Saat itu Karin pun mengetahui bahwa Silvia kini tidak lagi menjadi penghalang dalam hubungannya dengan Matthew. Namun di saat yang sama telah muncu pihak ketiga dari sisi Karin. Ia adalah Bram, tunangan Karin. 

Karin dan Bram akan segera menikah. Kehadiran Matthew adalah sesuatu yang tidak disangka oleh Karin. Karin lantas menyadari bahwa perasaannya pada Matthew bahkan belum hilang, malah kian kuat. Namun apa yang harus Karin lakukan? Pernikahannya dengan Bram tinggal menghitung hari. Dan Karin akhirnya terjebak di antara dua pilihan. Haruskah ia mempermalukan keluarga besar Bram dan keluarga besarnya demi bersama cinta sejatinya? Ataukah ia harus melepaskan Matthew dan menjalani pernikahan tanpa cinta?

***

Rasanya tidak mudah membayangkan diri menjadi Karin. Kisah cinta Karin dan Matthew ini terasa berat jika sampai terjadi di dunia nyata. Namun membaca kisah Karin pun menyuguhkan pengalaman tersendiri. Dilema-dilema yang dialami Karin memunculkan rasa penasaran tentang keputusan macam apa yang akan diambil oleh Karin, serta akibat-akibatnya.

Kisah persahabatan masa kecil sudah menjadi tema yang cukup banyak diangkat. Perlu kehati-hatian dari penulis agar tidak jatuh menjadi karya yang terlalu umum. Untuk Sweet Winter karya Kezia Evi Wiadji ini ada beberapa kekuatan yang membuat novel ini bisa menggandeng pembacanya:

  •  Setting Korea yang digunakan di beberapa bagian cerita ini
  • Rentang usia pembaca lebih panjang karena setting waktunya yakni dari mereka SMA hingga berusia 24 tahun

Di luar semua kelebihannya, ada beberapa hal yang terasa kurang pas. Yakni penggunaan panggilan “Sisil” untuk Silvia. Terkadang rasanya Sisil dan Silvia ini seperti dua orang yang berbeda. Karena Silvia digunakan dalam narasi sedangkan Sisil digunakan di dalam dialog. Selain itu, “kebetulan” yang tercipta bahwa ibu Karin pernah mengalami dilema yang sama pun rasanya terlalu kebetulan. Rasanya seperti kurang realistis saja.

Tapi secara keseluruhan novel ini cukup nikmat untuk dijadikan pengisi waktu (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar