Selasa, 18 November 2014

Cinta itu “Dipraktekin”



“Cinta adalah sebuah kebebasan. Karena Anda unik, Anda menghargai pula keunikan pasangan Anda. Mari kita berkembang bersama dalam keunikan masing-masing.” (hal. 129)

Penulis: Tim Wesfix
Editor: Adinto F Susanto
Sampul: wesfixity@gmail.com
Tata isi: wesfixity@gmail.com
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Jumlah hal.: x + 146 halaman
ISBN: 978-602-251-395-7
Mencintai itu mudah, menyenangkan, dan tentu bisa dipelajari.
Bukan dengan teori-teori atau duduk di sebuah seminar, tetapi dengan...
“DIPRAKTEKIN”

Dengan halaman full-color dan gaya penyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat-padat, Anda akan merasakan perbedaannya. Buku ini tidak sekedar membuat informasi Anda bertambah, tetapi juga akan membuat Anda tersenyum, terperangah, sekaligus manggut-manggut. Asyik dibaca!

Sikat buku ini terutama bagi Anda: remaja, pekerja kantor, manajer, entrepeneur, hmmm, artis, penulis dan semuanya yang tertarik jadi MANUSIA.

***

Sebuah buku yang membahas cinta? Hm..pembahasan yang menarik. Pembahasan yang tidak akan pernah ada habisnya. Pembahasan yang selalu menjadi trending topis di semua masa dan di banyak kalangan. “Cinta” sebuah tema yang sudah menginspirasi jutaan buku.

Menarik saat disandingkannya kata “dipraktekin” dengan kata cinta. Bagaimana mempraktikkan perasaan cinta? Apakah dengan hubungan fisik? Apakah melalui sentuhan? Apakah melalui ucapan?

Buku ini mencoba membahas cinta dengan simple, singkat, namun jelas serta menjadi praksis. Buku ini mencoba menyampaikan bahwa cinta itu tidak hanya tentang perasaan atau apa yang di hati. Namun juga tentang apa yang dilakukan. Cinta bisa dipupuk dan dipertahankan.

Pembahasan cinta di buku ini dimulai dengan mencoba mendefinisikan cinta. Mulai dari pemaknaan cinta hingga pengenalan tentang macam-macam cinta. Setelah itu, buku ini mengetengahkan tentang perlunya mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.

Di Bab Berikutnya, tim penulis mengetengahkan tentang perbedaan perempuan dan laki-laki secara umum. Mulai dari pola pikir, cara menyampaikan sesuatu dan cara mereka menghadapi masalah. Perbedaan ini yang perlu disikapi dengan tepat agar sebab ia adalah keniscayaan. Fitrah laki-laki dan perempuan memang jelas berbeda.

Setelah itu pembahasan mengarah ke hal-hal yang terkait dengan keseharian pasangan. Tentang bagaimana agar “jebakan” rutinitas bisa tetap membuat hubungan tetap hangat. Tips-tips membuat kejutan. Serta membahas tentang “hal-hal yang bukan cinta”.

Ada pula bagian yang mencoba menggugat kembali keinginan seseorang untuk menikah. Bukan..bukan untuk membuatnya mundur melainkan membantu meyakinkan.

 Bahasan di buku ini kian lengkap dengan adanya bahasan berjudul “Bangun dari Keterpurukan”. Yup, bagian ini membahas tentang patah hati. How to dealing dan healing. Ouch.. sepertinya memang harus sepaket ya. Sebab saat jatuh cinta, kita pun harus siap terluka. Itu kenapa ia disebut “jatuh” cinta. (^_^)

***

Cover buku yang berwarna merah, membuatnya cukup eye-catching. Sayangnya layout tulisan judulnya masih kurang menarik. Tulisannya kurang besar padahal tidak ada gambar lain di sampul selain gambar hitam putih Charlie Chaplin bersama seorang pedagang bunga.

Buku ini tergolong tipis. Selain itu layoutnya cukup berbeda. Tulisan-tulisannya yang pendek membuat pembaca tidak bosan. Selain tentu saja, karena isinya cukup berwarna (dalam makna denotasi dan konotasi). Namun ada hal yang terasa tidak nyaman di layout huruf-hurufnya. Ada beberapa kalimat yang dipenggal padahal masih punya ruang cukup untuk ditulis lengkap hanya karena (sepertinya) tulisan-tulisannya disetting dalam bentuk kolom – kolom.
contoh layout tulisannya yang mengganggu

Selain itu, susunan kata di buku ini ada yang terasa aneh. Seperti pada kalimat, "Ketika Anda mampu merasakan cinta yang tulus, dan membalas cinta, akan terbuka mata anda." (halaman 134) Hm..susunan kalimat ini terasa agak sulit dimengerti selain itu frasa "terbuka mata anda" tidak dijelaskan lebih lengkap.

Secara konten, bahasan di dalam buku ini menarik dan tinjauan psikologinya juga bagus. Namun sangat disarankan membaca buku ini bersama-sama pasangan. Sebab sebagain besar pembahasannya mengajak para pembacanya untuk membuat rencana untuk melakukan sesuatu atau berbagi sesuatu dengan pasangan. Hal in sangat nampak dengan keberadaan list di bagian akhir buku.

Hm..sepertinya buku ini akan sangat baik untuk di-keep hingga waktu yang tepat. Saat sudah ada orang yang bisa dijadikan partner membuat rencana seperti yang di”perintahkan” di dalam buku ini (^_^)v

Oiya, di dalam buku ini banyak bertaburan quote-quote menarik tentang cinta. Sebagain besar darinya cukup sweet tapi juga logis. :D

puisi yang terinspirasi buku Cinta itu  "Dipraktekin"

“Love is always open arms. If you close your arms about love you will find that you are left holding only yourself” –Leo Buscaglia (Hal.99)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar