Sabtu, 29 November 2014

The Namesake



Cover The Namesake dan puisi saya

Judul Terjemahan: Makna Sebuah Nama
Penulis: Jhumpa Lahiri
Alih Bahasa: Gita Yuliani K
Ilustrasi sampul:©Phillippe Lardy
Desain Sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2006
Jumlah hal.: 366 halaman
ISBN: 979-22-2308-8
Ashoke Ganguli datang ke Amerika membawa segudang harapan. Tragedi yang ia alami bertahun-tahun sebelumnya membuatnya ingin memulai kehidupan yang benar-benar baru, berjuang melupakan trauma. Sementara Ashima isterinya datang ke negara itu dengan selaksa kesedihan karena harus meninggalkan kampung halaman yang ia cintai.

Di tengah berbagai perasaan yang berkecamuk itulah putra pertama mereka lahir. Mereka memberinya nama Gogol. Nama yang kelak sangat dibenci anak itu. Bagi Gogol namanya aneh, absurd, sama sekali bukan nama Amerika apalagi India. Ia berharap namanya lebih sederhana, lebih bermakna, dan bukannya sekedar nama penulis favorit ayahnya.
Tapi sebenarnya apakah makna di balik nama?

***

Novel The Namesake karya Jhumpa Lahiri bercerita tentang makna sebuah nama. Yang kemudian berujung pada sebuah pemaknaan menarik bahwa hidup itu “bagaikan sebuah rangkaian kebetulan, tidak terduga, tidak disengaja, satu peristiwa bergulir ke satu peristiwa .”(hal. 323)

Fokus cerita sebenarnya ada di sosok Gogol. Lebih tepat lagi pada nama Gogol yang melekat pada tokoh tersebut. Namun dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, Jhumpa Lahiri bebas mengambil berbagai sudut pandang untuk membuat seluruh kisah ini jadi utuh.

Cerita di mulai dengan kondisi Ashima, ibu Gogol, yang tengah hamil. Di tengah proses kontarksi yang dialami Ashima, narasi cerita dapat dibuat melebar ke tradisi orang-orang India; tentang jarangnya seorang istri memanggil nama suaminya. Mereka lebih sering menggunakan kata ganti. Setelah itu, Jhumpa Lahiri benar-benar mengisi cerita dengan narasi panjang. Alur cerita campuran dimanfaatkan Jhumpa Lahiri untuk mempertahankan minat pembaca.

Kisah kecelakaan Ashoke, ayah Gogol, diceritakan sedari awal. Sebab kecelakaan ini punya peran penting hingga nama penulis Nikolai Gogol menjadi sangat berarti bagi Ashoke bahkan mendorongnya untuk memberikan nama Gogol pada anak pertamanya. Setelah itu, kisah berkutat pada kehidupan Ashoke dan Ashima di negeri orang. Negeri yang asing. Negeri yang jauh dari sanak-keluarga. Negeri yang membuat Ashima merasa sendirian dan tercerabut dari akarnya.

Setelah Gogol lahir dan dewasa, cerita berpindah ke kehidupan Gogol. Jika sebelumnya Jhumpa Lahiri memusatkan cerita pada kehidupan orang tua Gogol, maka berikutnya narasi diambil sangat dekat dengan kehidupan Gogol. Tentang masa remajanya saat ia semakin menyadari betapa aneh namanya dan menyalahkan nama tersebut atas keanehan dirinya. Juga moment saat nama Nikolai Gogol menjadi salah satu materi pelajaran di high school. Hingga pada bulatnya keputusan Gogol memilih mengganti namanya menjadi “Nikhil”.

Setelah itu cerita terus mengalir hingga akhirnya di satu moment, di akhir kisah, muncul sebuah penerimaan dalam diri Gogol bahwa ia pun akan merindukan nama itu ketika tidak ada lagi yang memanggilnya dengan nama itu. Di waktu yang sama dia pun menyadari bahwa nama Gogol akan selalu punya tempatnya sendiri di kehidupan Gogol. Tidak akan terhapus. Hanya tenggelam.

***

Sejujurnya, saya harus mengakui dengan sangat malu bahwa buku ini sudah bertahun-tahun saya miliki. Sekitar 2009 atau 2010, saya lupa persisnya, saya membeli buku ini di obral buku. Harganya? Seingat saya, hanya 10 ribu atau 15 ribu. Pada saat itu saya bahkan belum tahu siapa Jhumpa Lahiri ini. Dan anehnya, buku ini ikut terbawa dengan barang-barang yang saja ajak merantau ke kota Bandung.

Kini, membaca buku ini dan kemudian menamatkannya membuat saya semakin menyadari betapa jauh genre bacaan saya berubah. Dahulu, saya tidak akan sanggup menyelesaikan sebuah buku yang 90% isinya adalah sebuah narasi. Buku The Namesake ini 95% persen berisi narasi. Hanya sedikit dialog yang dituangkan oleh Jhumpa Lahiri. Namun ternyata karyanya tetap menarik diikuti.

Yang membuat saya tertarik adalah tentang Nikolai Gogol yang kisah hidupanya sempat disebutkan di buku ini. Nama penulis ini cukup asing. Saya pun mencoba memasukkan nama tersebut di mesin pencari google daaaann.. voila.. tetap saja asing bagi saya (-_-“). Tapi ini menjadi pengetahuan yang menarik. Mungkin jika tidak membaca buku ini, saya tidak akan berkenalan dengan nama Nikolai Gogol.

Selain tentang Nikolai Gogol, saya juga mendapatkan beberapa informasi tentang budaya India. Seperti budaya pemberian nama di India. Orang-orang India memberi nama panggilan untuk anak mereka saat masih bayi hingga kanak-kanak. Namun nantinya mereka akan diberi nama bagus atau bhalonam, yang menjadi nama resmi mereka. Bhalonam ini yang akan dicantumkan di kartu identitas, di ijazah, buku telpon, dan semua tempat umum lainnya.

Bagi yang tidak begitu menyukai deskripsi panjang, maka buku ini akan menjadi cobaan yang berat. Namun layak untuk dicicipi. Cara Jhumpa Lahiri bercerita dengan memanfaatkan alur maju-mundur serta menampilkan keseharian kehidupan seorang imigran. Tentang perasaan keterasingan serta tentang usaha untuk tetap mempertahankan budaya. Kisah-kisah ini membuat penuturan Jhumpa Lahiri jadi luas dan beragam.

Selain itu, dalam hal penokohan Jhumpa Lahiri benar-benar menggambarkan perkembangan tokohnya dengan baik. Terutama pada tokoh Ashima, perempuan yang lahir dan besar di India yang tidak punya obsesi besar namun akhirnya tinggal di Amerika karena mengikuti suaminya. Pada awalnya ia menanggung sendiri rasa kesepian dan sedihnya. Banyak hal-hal yang membuatnya merasa tidak nyaman. Namun di akhir cerita Ashima digambarkan mampu menikmati dan menerima kehidupannya. Ia bahkan menjadi lebih mandiri. Ia bisa menyetir. Namun tetap menggunakan sari. Ia masih orang India namun menggunakan paspor Amerika. Perubahan-perubahan ini tidak terjadi begitu saja melainkan berproses bersama konfilk di dalam buku ini.

Sejujurnya ini di luar ekspektasi saya. Saya pikir, saya tidak akan mampu menikmati karya ini karena full dengan narasi. Namun ternyata saat buku ini berakhir, saya malah berharap bisa mendapat cerita kehidupan Ashima selanjutnya. 

Trus kekurangan buku ini apa?? Hm..ceritanya full narasi sehingga beberapa deskripsi kadang membuat bosan. Namun itu masih bisa diterima karena gaya berceritanya yang mengalir. (^_^)
***
Tentang penulisnya sendiri ada informasi menarik nih.
Karya pertama Jhumpa Lahiri yang dipublikasikan adalah kumpulan cerita yang berjudul "Interpreter of Maladies. Naskah ini sempat ditolak banyak penerbit. Namun setelah diterbitkan ternyata berhasil memenangi beberapa award seperti O Henry Award tahun 1999, Hemingway Award tahun 1999, dan Pulitzer Award  tahun 2000.

Karya terbaru Jhumpa Lahiri adalah The Lowland. Karya ini masuk dalam nominasi  Man Book Prize. Dan terakhir menurut berita dari portal berita online antaranews.com (http://www.antaranews.com/berita/466651/jhumpa-lahiri-masuk-nominasi-penghargaan-sastra-asia-selatan) diinformasikan bahwa Jhumpa Lahiri masuk ke dalam nominasi penghargaan Sastra Asia Selatan.

Wuih..keren ya (^_^)

10 komentar:

  1. india ternyata punya banyak kultur unik ya, juga penulis yg berbakat :) iya lucu namanya koq gogol :D

    BalasHapus
  2. Klo di Indonesia mah pasti dipelestkan jadi Gogon.
    Harusnya Indonesia juga, Mbak. Baik kultur dan penulis berbakat kita juga banyak.
    Hanya kurang promosi (>_<)

    BalasHapus
  3. Wah, sepertinya aku akan suka dengan buku ini karena aku menyukai buku dengan narasi an deskripsi yang panjang. Aku punya satu buku Jhumpa Lahiri yang berjudul 'Penafsir Kepedihan'. Semoga bisa membaanya segera :D
    Btw, very nice review Atriaa, as usual. Thumbs up :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah belum punya buku Interpreter of Maladies itu..pengeeeeenn..
      Iya, saya tunggu review-nya ya, Mbak (^_^)

      Hapus
  4. Nggak kenal juga Nikolai Gogol :D

    Wajar sih penulisnya banyak yang berbakat, film-filmnya juga banyak, bahkan pernah dengar produksi film mereka dalam setahun mengalahkan Hollywood hihi..
    Cuma kalau kuamati, kecenderungan gaya film India itu 'lebay' dalam menciptakan efek dramatis :D

    Kerenn resensinya (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi saya jadi tertarik mau kenal karya Mr. Gogol ini.

      yah, setiap hal pasti ada "tapi"nya, Mbak. Tapi perkembangan industri film dan literasi mereka harusnya bisa jadi lecutan untuk kita orang Indonesia. Masalah internal India nggak beda jauh kok dari kita. Keragamannya juga sama dengan Indonesia.

      Mbak Melani lebih keren. Saya mah nggak pernah menang lomba resensi (-_-")

      Hapus
  5. Aku juga blm baca the Namesake...katanya sih bagus..(untuk yg suka narasi panjang dan mikir) tpi banyak yg bilang juga bagusan yg PenerjemahSedih...

    Untuk nama Nikholai Gogol aku sedikit kenal meskipun blm kubaca bukunya..sastrawan besar Rusia yang hidupnya penuh liku..bahkansaking frustasinya krn ditolak oleh penerbit..dia membakar semua manuskripnya.
    Yang udah diterjemahin Tarras Bulba dan Inspektur Jendral (diterjemahkan oleh Asrul Sani).

    Saya suka buku yang bercerita ttg buku favorit pengarang atau penulis kesayangan pengarang..jadi ikut belajar hhehe..

    Penulis India banyak sekali yg bwrcerita ttg hijrahnya mereka ke Amrik ya..kayak CBD atau Khaled (afgan kan dekat india kulturnya).

    Reviewnya bagus mbak..makasih udah berbagi..jadi pengen kenalan sama Nikhil :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya memang lebih bagus Interpreter of Maladies, Mbak. Apalagi memang buku ini meraih banyak award.

      Wah, kayaknya mau mencoba berburu karya Nikholai Gogol.

      Mungkin karena membahas kekontrasan budaya selalu menarik untuk diceritakan. Juga tentang rindu. Karena saat hijrah maka rindu semakin terasa hadirnya

      Sama-sama. Terima kasih sudah mampir, Mbak Yunita

      Hapus
  6. Demi apa baru tau kalo buku ini sudah diterjemahkan u.u 2006 pula!!! Arghhhh dan saya masih berjuang dengan kamus berusaha membaca ebook english buku ini u.u

    BalasHapus
  7. dimana sy bisa dapatkan buku ini ? sy sdh mencari" tpi stok ny habis semua & penerbit jg sdh tdk menerbitkan buku ini lgi, boeleh sy beli buku ini?

    BalasHapus