Rabu, 31 Desember 2014

Finchickup: Financial Check Up for Ladies



“Motivation is what gets you started, habit is what keeps you going” (hal. 31)


Penulis: Farah Dini Novita
Penyunting: Pratiwi Utami
Perancang Sampul: Satrio
Foto Sampul: iStock.
Ilustrasi isi: Upit Dyoni
Pemeriksa Aksara: Pritameani & Titis A.K.
Penata Aksara: refresh.atelier & Tri Raharjo
Penerbit: B First (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Jumlah hal.: xiv+234 halaman
ISBN: 978-602-1246-03-0

Punya hobi jalan-jalan? Nggak boleh absen nonton di bioskop tiap weekend? Selalu kalap kalau lagi ada midnight sale? Rutin ke salon buat jaga penampilan? Suka nongkrong di kafe buat ketemuan sama teman-teman se-gank?

Toss! Kita punya kebiasaan yang sama berarti.
Hal-hal yang menyenangkan memang susah banget buat direm.
Cari uang, kan, sudah susah, masa mau keluar uang juga masih susah. Hahaha ....
Tapi memang males banget, ya, kalau dengar nasihat teman atau ortu yang nyuruh kita berhemat. Buat investasi masa depan, katanya. Masuk akal, sih. Kita nggak mau juga,kan, kerja bertahun-tahun, tapi ternyata digit di tabungan nggak juga bertambah?

So, gimana ya caranya supaya tetap bisa senang-senang, tapi aset yang ada terus bertambah? Tenang ... buku ini solusinya :).

Cheers,
Dini
Senior Financial Executor

***

Bicara tentang perencanaan keuangan kini sudah menjadi hal yang mulai dibutuhkan. Kenaikan harga BBM yang tidak diikuti kenaikan gaji pokok jelas membuat kelimpungan. Bagaimana bisa nongkrong kalau pemasukan tetap tapi harga minuman favorit di kafe langganan naik? Biaya transportasi ke toko buku naik. Harus makin banyak jalan kaki nih *Ha..ha.. curhat*

Nah, buku yang ditulis Dini ini bisa menjadi pemandu yang menyenangkan. Dengan gaya bahasa yang ringan Dini mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya melakukan perencanaan keuangan dan investasi. Ia dengan jelas menjelaskan berbagai hal terkait perencanaan keuangan agar tetap punya tabungan tapi bisa tetap menjalankan hobi *nggak..saya nggak bilang hobi belanja lho. Hobi mah bisa apa saja :D*

Dengan gaya bahasa yang ringan –pakai “gue”- membacanya terasa seperti ngobrol seru dengan kawan yang hitungan matematikanya jago banget. Ha..ha.. kok gitu? Soalnya di setiap pembahasan, Dini gak segan-segan menyodorkan contoh kasus dan hitung-hitungannya gimana, jadi lebih mudah dipahami.

Dini membuka pembahasannya dengan bab “Bedah Mindset”. Ini penting karena jika tidak dimulai dengan mindset yang tepat, semua pembahasan berikutnya akan mental lagi. Sia-sia. Sebab ketika seseorang selalu bilang “susah” ya hal yang mudah pun benar-benar akan susah untuk dilakukan. Dini mengajak pembaca untuk memahami fungsi perencanaan keuangan, mindset pembaca tentang uang, membedah pemahaman tentang investasi dan berbagai mitosnya. Setelah semua hal itu jelas, Dini mengajak pembaca untuk menetapkan motivasi dan tujuan keuangan mereka. Ini untuk membangun motivasi sekaligus membangun ilustrasi awal tentang perencanaan keuangan semacam apa yang perlu dilakukan.

Setelah itu, dijelaskan tentang berbagai hal terkait perencanaan keuangan personal dalam bab Bedah Pengeluaran, Bedah Utang, Bedah Asuransi, Bedah Tujuan Keuangan, Bedah Tabungan & Investasi, Bedah Cashflow & Networth, Bedah Kendala Perencanaan Keuangan, Bedah Alternatif Penghasilan,  dan Bedah Action Plan.

Bagian yang paling aplikatif dan bisa segera dieksekusi adalah bab Bedah Pengeluaran. Di Bab ini banyak “dosa” belanja dan atau jajan yang jadi biang keladi habisnya tabungan tanpa disadari. Namun yang menyenangkan adalah Dini kemudian memberikan tips menyiasati hal ini. Mulai dari mensiasati Latte Factor *apa itu? ha..ha..baca aja di bukunya* sehingga kita tetap nongkrong cantik tanpa membuat tabungan kosong. Ada pula saran untuk mencegah bocor halus yang ternyata jika diakumulasi nominalnya cukup lumayan untuk beli buku baru #eh.

Di bab itu juga Dini memberikan saran untuk membiasakan diri melakukan belanja bulanan. Ia memberikan tips-tips yang jelas agar pengeluaran bisa terus terdeteksi dan tidak membengkak mendadak. Selain itu, Dini juga menyarankan bagi para ladies untuk membuat tabungan centil yang khusus digunakan untuk belanja demi penampilan dan hobi. Jika tabungan ini habis? Maka jangan berani-berani menyentuh pos tabungan lain yang akan digunakan untuk membayar cicilan rumah atau kartu kredit. 

Nah, pembahasan tentang kartu kredit dan cicilan seperti  Kredit Pemilikin Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor pun dibahas cukup lengkap. Disertai saran dan tips yang membuat pembaca bisa lebih cerdas saat akan memutuskan menggunakan kartu kredit atau pun mengajuk kredit ke bank. Pembahasan lain dalam buku ini pun cukup lengkan dan bisa menjadi pengantar awal bagi yang tidak banyak tahu tentang dunia keuangan.

***

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh buku Finchickup. Yang paling utama adalah gaya penulisan. Dengan menggunakan bahasa tutur dan bertabur emoticon dan bahasa yang up to date, maka buku ini jauh dari kesan berat. Pembahasan tentang keuangan tidak lagi terasa membosankan dan bikin kepala pusing. Dini berhasil menyajikan penjelasannya dengan runut dan jelas. Bahkan kelebihan lainnya adalah adanya contoh kasus dan ilustrasi perhitungan yang bisa menjadi contoh bagi pembaca untuk ikut menghitung dan merencakan keuangan mereka.

Tampilan isi buku pun menarik dengan adanya gambar karikatur orang serta sisipan beberapa halaman yang berwarna. Ini memanjakan mata pembaca. Membuat buku ini tidak menjemukan meski bahasannya cukup serius. Adanya beberapa kutipan yang ditulis dengan warna orang dan font yang lebih besar di pojok atau di bagain bawah halaman membuatnya semakin menarik dibaca.

Sebagian besar pembahasan di buku ini benar-benar aplikatif. Pembaca bisa dengan mudah mempraktikkan sendiri saran-saran Dini. Mengevaluasi kembali keuangannya sendiri dengan contoh yang diberikan oleh Dini. Bahkan bagi saya pribadi pembahasan tentang KPR, kartu kredit, dan asuransi jelas akan menjadi catatan yang berguna di masa depan. Awalnya saya tidak paham dan bahkan tidak tahu sama sekali mekanisme ketiga hal tersebut. Tapi kini setelah membaca Finchickup saya bisa lebih cerdas dan berhati-hati saat mengambil keputusan terkait hal-hal tersebut.

Sayangnya, di dalam buku ini alternatif investasi jangka panjang yang disarankan lebih banyak berupa saham. Beberapa contohnya pun menggunakan perhitungan saham untuk memperjelas tentang nilai investasi di masa depan. Padahal bagi muslim seperti saya, pasar saham itu haram *ini tergantung masing-masing personal. Tapi keharaman tentang pasar saham sudah dinyatakan cukup jelas oleh sejumlah ahli fikih seperti Yusuf as-Sabatin, Ali as-Salus, dll.

Alternatif investasi dalam bentuk rumah, emas, dan tanah kurang diekslporasi. Dorongan untuk mengajak pembaca untuk menjoba jalur wirausaha sebagai investasi pun tidak begitu terasa di buku ini. 

Selain itu, dalam hal editing ada beberapa kesalahan penempatan kutipan yang tidak sesuai dengan bagian pembahasannya. Sepert di halaman 37, tertulis kutipan yang menarik berwarna orange di sisi kanan, “Kamu harus bisa bedakan, mana kebutuhan, mana keinginan (needs vs wants)yang awalnya saya pikir sengaja ditempatkan di halaman tersebut. Namun di halaman 40 muncul tulisan yang secara gamblang membahas hal tersebut. Kemudian kesalahan berikutnya adalah saat kutipan tentang perlunya mempersiapkan dana liburan tercantum di halaman 122 dan baru di halaman 126 hal itu dibahas.

Namun, dengan mengesampingkan kekurangan buku ini, saya pribadi menganggap buku ini sangat bermanfaat sebagai pengetahuan dasar untuk melakukan perencanaan keuangan sendiri.

“Goals are dreams with a deadline” (Hal. 181)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar