Kamis, 25 Mei 2017

Flat Shoes Oppa



"Kalau begitu, aku tidak mau menjadi daun harus terjatuh dan akhirnya membusuk agar pohon tetap hidup. Aku akan jadi sebatang pohon saja."(Hal. 71 - 72)

Penulis: Citra Novy
Editor: Cicilia Prima
Desain Kover: Chyntia Yanetha
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Keempat, April 2017
Jumlah hal.: vi + 218 halaman
ISBN: 978-602-3758883

“Aku selalu berharap bisa menjadi flat shoes untuk melindungi langkahmu, menyertai  setiap langkahmu, mengetahui ketika kakimu berjinjit senang, bahkan ketika kakimu terjatuh dan sakit.”

Kau tahu? Hampir setiap gadis yang kutemui mengatakan nyaman jika kakinya berada dalam sepasang flat shoes. Tanpa perlu paksaan untuk bertahan pada hak tinggi. Melemaskan kaki sesukanya, melangkahkan kaki sekencangnya hingga kau bisa berlari. Dan mulai saat ini, injak flatshoes-mu, buatlah kakimu nyaman melangkah. Jangan pedulikan dia terinjak, terkotori, berdebu, bahkan rusak. Karena flat-shoesmu adalah aku.

Aku mencintaimu. Ketika pertama aku melihatmu, aku benar – benar merasa bahwa aku mencintaimu. Aku selalu berharap bisa menjadi flat shoes untuk melindungi langkahmu, menyertai setiap langkahmu, mengetahui ketika kakimu berjinjit senang bahkan ketika kakimu terjatuh dan sakit. Semakin aku mencintaimu, aku semakin takut. Aku takut, ketika aku pergi, kau melangkah dengan kaki telanjang. Sesuatu yang tidak aku inginkan adalah... ketika langkahmu menyakiti dirimu sendiri karena aku yang sudah hilang...
***

Perkenalan Hyeon Mi dengan Kyuhyun terjadi dengan unik. Hyeon Mi yang baru saja patah hati dan minum soju cukup banyak membuatnya memaki dan melukai yang. Sialnya, esok harinya ia mengetahui bahwa laki-laki itu adalah bos di kantornya yang baru.


Perkenalan yang buruk ternyata tidak selalu membangun hubungan yang buruk. Tahu-tahu saja mereka berdua menjadi dekat. Apalagi Kyuhyun bersikap sangat baik Hyeon Mi. Dan perempuan mana yang tidak jatuh hati setelah patah hati akut kemudian mendapati di sisinya ada seorang laki-laki yang selalu bersedia mendukungnya. Menjadi flat-shoes-nya.


Jumat, 19 Mei 2017

[Review + Blogtour + Giveaway]Among the Pink Poppies




Penulis: K. Fischer
Penyunting: Shara Yosevina
Desain: Amanda M.T Castilani
Penerbit: Bhuana Sastra (Imprint Penerbit Bhuana Ilmu Populer)
Cetakan: Pertama, 2017
Jumlah hal. : 552 halaman
ISBN: 978-602-394-513-9

Saras bertemu gadis kecil bernama Amelia di tempatnya bekerja di pusat teknologi kota Linz, Austria. Ibunya Amelia sudah meninggal dunia. Saras terenyuh dan ingin berteman dengan Amelia dan paman merangkap ayah asuhnya, Jonas. Mereka jadi sering bertemu, Saras mulai menyayangi Amelia, bahkan ia semakin dekat dengan Jonas hingga keduanya jatuh cinta.

Sementara di Jakarta, ibunya yang diktator sudah mempunya calon suami untuk Saras. Ketika mengetahui tentang hubungannya dengan Amelia dan Jonas, ibunya dan seluruh keluarganya langsung memojokkan Saras. Dengan semakin bertambahnya konflik baik antara Saras dengan keluarganya, maupun dengan “keluarga baru” di Austria, ia mulai belajar untuk mengambil keputusan secara dewasa.
***

Saras, 27 tahun dan berasal dari Indonesia. Ia bekerja di Austria dam hidup jauh dari keluarganya. Namun berbeda dengan para perantau pada umumnya, Saras tidak memiliki kerinduan tertentu pada rumah selain kepada Eyangnya. Ini karena ia selalu merasa dibelenggu oleh keluarganya. Bahkan hingga kini, meski ia jauh dari Indonesia namun “cengkraman” sang ibu masih kuat terasa. Ibunya mulai semakin sering menyuruhnya pulang dan menikah dengan anak kenalan yang berusaha dijodohkan dengannya. Sayangnya Saras memiliki keinginan sendiri. Hatinya terlanjut ia isi dengan keceriaan seorang gadis kecil bernama Amelia dan pamannya, Jonas. Tapi sekali lagi Saras kembali dicengkram dengan kuat. Ia seolah tidak bisa menolak upaya sang ibu untuk menjodohkannya.

Di saat yang sama saat ia dan Jonas semakin dekat, ada satu rahasia besar yang Saras simpan dari laki-laki itu dan Amelia. Rahasia yang ternyata akan membuat hubungan mereka berada di ujung tanduk.

***

Sejak pertama kali membuka novel ini, saya menyukai layout bukunya. Halaman awal yang indah, ukuran tulisan yang cukup besar dengan spasi yang cukup lebar. Menyegarkan mata dan tidak membebani saat membacanya. Belum lagi covernya yang merupakan perpaduan warna putih dan pink. Sayangnya, tulisan nama penulisnya sangat kecil dan warnanya terlihat buram karena lebih ke arah silver. Lebih baik jika warnanya hitam.

Kamis, 04 Mei 2017

[Blog Tour + Giveaway] Love Is ... 2





Karya: Da-mi Park (Puuung)
Pengalih bahasa: Lovelyta Panggabean
Penyunting: Ani Nuraini Syahara
Redesain: Amygo Febri
Penerbit: Bhuana Sastra (lini Penerbit Bhuana Ilmu Populer)
ISBN: 978-602-394-416-3
Pembelian dapat dilakukan di: http://www.gramedia.com/love-is-2.html


Hidup memang tak bisa selalu bahagia, seperti yang ditunjukkan oleh dua tokoh di dalam gambarku. Seringkali aku merasa sangat lelah dan ingin menangis. Namun, dalam kehidupan yang tidak sempurna itu, aku bisa merasakan suka cita dan kebahagiaan. Aku mensyukuri momen-momen kecil yang berharga itu, kemudian menuangkannya ke dalam gambar-gambarku.

-          Puuung

***

Sebelumnya izinkan saya mengenang saat saya jatuh cinta pada Love Is ... karya Puuung. Saat itu saya tengah hamil 5 bulan dan terserang typus hingga harus bedrest. Bayangkan pengaruh hormon dan tubuh yang lemah membuat saya mudah baper. Butuh penantian panjang hingga saya bisa memeluk buku Love Is... dan saat membuka lembar demi lembar memberi saya perasaan hangat.

Selasa, 02 Mei 2017

Rumah Tangga



“Kita selalu gagal menertawakan lelucon yang sama untuk kali kedua atau ketiga, kan? Lalu, mengapa kita selalu berhasil menangisi hal yang sama berkali-kali?” (Hal. 31)


Penulis: Fahd Pahdepie
Editor: Gita Romadhona
Editor akhir: Ayuning
Penyelaras akhir: eNHa
Penata letak: Nopianto Ricaesar
Desain sampul: Indra Fauzi
Penyelaras tata letak dan desain sampul: Landi A. Handwiko
Penerbit: PandaMedia
Cetakan: Keenam, 2015
Jumlah hal.: x + 286 halaman
ISBN: 979-780-813-0

Kita adalah dua orang biasa yang saling jatuh cinta. Lalu, kita bersandar pada kekuatan satu sama lain. Terus berusaha memaafkan kekurangan satu sama lain.
Kita adalah dua orang yang berbagi rahasia untuk menyumblimkan diri masing-masing. Saling percaya dan berusaha saling menjaga.
Kita adalah dua pemimpi yang kadang-kadang terlalu lelah untuk terus berlari. Namun, kita berjanji saling berbagi punggung untuk bersandar, berbagi tangis saat harus bertengkar.
Kita adalah dua orang egois yang memutuskan menikah.
Kemudian, setiap hari, kita berusaha mengalahkan diri masing-masing.

...Dengan sejumlah rasa pengertian dan kesepahaman, engkau bersenang hati menghormatiku sebagai suami dan aku bahagia menyayangimu sebagai seorang istri.

***

“Barangkali, ada yang pernah atau sedang kita sesali; hal-hal yang kita pikir lebih baik tak usah terjadi. Segala sesuatu yang selalu membuat kita berpikir tentang waktu, ibunda segala peristiwa seraya mencari-cari cara terbaik untuk melupakan semuanya.” (Hal. 30)

Buku ini berisi kumpulan tulisan singkat Fahd Pahdepi dalam memandang berbagai hal dalam rumah tangga. Tulisannya pendek-pendek berkisah 1-4 halaman untuk setiap judul. Beberapa tulisannya saya dapati sebagai tulisan yang sempat di-share Fahd di fanpage-nya.

Tulisan dibuka dengan cara yang pas. Ia menggali kembali ingatannya tentang hari pernikahannya dengan Rizqha, sang istri. Saya dibuat terharu dengan ceritanya. Ternyata hubungan mereka tidak seindah di dalam dongeng.